Skip to main content

Donatur

Kami Mengajak Seluruh Rakyat Indonesia yang Peduli dengan pendidikan di Indonesia untuk Berjuang Bersama dengan Menjadi Donatur Sospol In Action 2014, uang donatur kalian akan kami gunakan untuk melaksanakan beberapa program berikut :

Buku “Aku untuk IndonesiAku”
Kami akan menggunakan Uang Donasi untuk mencetak Buku Hasil Karya Anak Indonesia agar dibaca Oleh Seluruh Rakyat Indonesia dan dalam pendistribusianya kami bekerjasama dengan Organisasi Kepemudaan dan Taman Baca di Seluruh Indonesia.

Kampung Pemuda

Pameran karya Anak Indonesia tentang pendidikan yang akan dilaksanakan di Kampus B UNJ, selain itu dalam acara ini juga diadakan diskusi tentang pendidikan & tokoh pendidikan Indonesia.

Diskusi Publik (Mengembalikan Esensi Pendidik Sebagai Kunci Pembangun Bangsa)

Diskusi ini akan dihadiri Oleh Pemuda Indonesia, pemuda jabodetabek pada khususnya, Pendidik, dan Masyarakat Umum. Pembicara dalam diskusi Publik adalah orang - orang yang Ahli di bidang Pendidikan dan memang menjadi pelaku pendidikan. terdapat juga Bazar Buku literatur Pendidikan Klasik agar masyarakat Indonesia mengetahui dan melanjutkan pemikiran - pemikiran tokoh pendidikan Indonesia yang pernah diabadikan dalam tulisan.

Cara Donasi

Datang Ke Acara Kami kemudian Masukan kedalam kotak infaq “Aliansi Pemuda” Atau Transfer Via bank :

  1. BNI  0233668246 a.n Rita Wahyu Pertiwi
 
Konfirmasikan Donasi Anda ke Contact Person untuk pendataan sebagai bentuk tanggungjawab kami

Aliansi Pemuda
Sebagai bentuk Apresiasi kamu semua yang telah menjadi donatur SIA2014. akan kita sematkan logo “Aliansi Pemuda” pada sponsorship Sospol in Action 2014. Simbol untuk mewakili semua donasi yang masuk dan memberi tahu bahwa acara ini dapat terselenggarakan atas dukungan dari para masyarakat Indonesia yang peduli.


Contact Person
085718873718 (Rita)



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Panduan Penulisan Esai

Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan sekadar makalah ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan ini sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang. Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang punya gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.   Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx. Bukan dalam bentuk Adobe PDF. Cara Penamaan file: Nama_Kampus/Sekolah_Subtema_Judul tulisan (contoh : Dedy_UNJ_Pendidikan yang Memanusiakan_Memanusiakan Manusia Melalui Pendidikan)  Format Dokumen Naskah Esai: Ukuran Kertas: A4 Margin Atas: 3 cm Margin Bawah: 3 cm  Margin Kiri: 4 cm Margin Kanan: 3 cm Spasi ...

Ikan Kaleng (Cerpen Pendidikan)

oleh Eko Triono ( Kompas , 15 Mei 2011) /1/ SAM  tiga hari di Jayapura; dia guru ikatan dinas dari Jawa. Dan, tak mengira, saat pembukaan penerimaan siswa baru buat SD Batu Tua 1 yang terletak sejurus aspal hitam dengan taksi (sebenarnya minibus), ada yang menggelikan sekaligus, mungkin, menyadarkannya diam-diam. Ia tersenyum mengingat ini. Ketika seorang lelaki bertubuh besar, dengan tubuh legam dan rambut bergelung seperti ujung-ujung pakis lembut teratur menenteng dua anak lelakinya, sambil bertanya, “Ko pu ilmu buat ajar torang (kami) pu anak pandai melaut? Torang trada pu waktu. Ini anak lagi semua nakal. Sa pusing.”

Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Di Daerah Terpencil

oleh : Partin Nurdiani Pendidikan merupakan wadah penting yang menjadi titik krusial pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik kita di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana dan prasarana dan kualitas pengajarnya yang pas-pasan menjadi salah satu faktor penyebab pendidikan di daerah terpencil terkesan tertinggal. Sehingga kemajuan pendidikan di Indonesia hanya terpusat di daerah perkotaan sedangkan di daerah terpencil kurang diperhatikan. Tak jarang kurangnya perhatian pemerintah itu mengesankan bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia belum benar-benar adil seperti apa yang tercantum dalam UUD 1945.