Oleh : Indra Restu Fauzi Sejak tahun 1974 hingga sekarang, Indonesia telah mencoba berbagai macam kurikulum di dunia pendidikan nasional. Hanya saja proses pembelajaran yang dialami peserta didik tetap sama saja. Peserta didik terkurung di dalam kelas dan tertekan oleh ujian yang mengancam bathinnya. Pemahaman pihak sekolah yang kurang mengenai korelasi antara pendidikan dengan nilai-nilai kemanusiaan hanya menjadikan peserta didik sebagai kaum intelektual yang semu. Inilah yang menyebabkan dunia pendidikan nasional kita terjatuh di kesalahan yang sama, meskipun berkali-kali mengganti kurikulum.