Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pahlawan

Andai aku seorang Belanda

Dalam surat –surat kabar, kini secara ramai-ramai dianjur-anjurkan , supaya diadakan perayaan di Hindia Belanda ini, perayaan kemerdekaan Nederland seratus tahun, rupa-rupanya segenap penduduk negeri ini diharuskan mengetahuinya, bahwa tepat dalam bulan November y.a.d ini Nederland menjadi kerajaan kembali dan rakyatnya menjadi bangsa lain merdeka dan berdaulat, sekalipun dalam barisan Negara-negara yang merdeka berdiri paling belakang. Di pandang dari sudut pengertian yang layak, memang dapatlah orang membenarkan hajat merayakan peristiiwa nasional yang tersebut itu,bukankah seharusnya kita menghargai kecintaan dan penghormatan orang-orang Belanda terhadap negerinya sendiri, dengan phlawan-pahlawannya?! Peringatan yang dimaksud adalah wujud rasa kebangsaan, bahwa satu abad yang lalu Nederland berhasil melemparkan penjajahan asing dan menjadi suatu bangsa sendiri..

Rahmah El Yunussiyah (Pendahuluan)

Dunia pendidikan kita di Indonesia saat ini masih berjuang keras untuk bangkit. Dengan harapan kebangkitan pendidikan itu suatu saat akan membuat peringkat SDM Indonesia tidak lagi di bawah angka 100 tetapi bisa masuk dalam jajaran 10 besar dunia. Ditengah kerja keras membenahi pendidikan, dalam saat yang sama, bangsa kita juga semakin miskin tokoh yang dapat menjadi figur teladan bagi umat dan bangsa. Kepergian tokoh-tokoh besar pejuang Indonesia ke hariban Tuhannya belum tergantikan sampai saat ini. Walaupun demikian, suri teladan dan kisah perjuangan yang mereka tinggalkan tetap bergema di pelosok negeri. Gema keteladanan mereka yang kita bingkai dalam mendidik anak dan generasi semoga akan melahirkan kembali generasi tangguh yang akan mengangkat peringkat kualitas SDM Indonesia di pentas internasional seperti perjuangan yang telah dilakukan Rahmah EL Yunusiyyah. Nama Rahmah EL Yunusiyyah goresan sejarah yang indah. Melukiskan ketegaran seorang muslimah pejuang dan pe...

Mengenal Engku Moehammad Sjafei dari Dekat

Membicarakan seorang tokoh sekaliber Moehammad Sjafei, sungguh  dirasakan perlu juga kita mengetahui seorang yang paling berjasa terhadap beliau,  3  orang itu adalah Inyik Ibrahim Marah Sutan (Marah Sutan)1 dan isterinya seorang  yang buta huruf tetapi jiwa nasionalis dan patriotisnya sangat tinggi dan beliau  mendapatkan gelar dari masyarakat adalah ”Laba-laba merentang jaring”, yaitu  Andung Chalidjah. Kedua orang inilah yang mengangkat Moehammad Sjafei  menjadi anak serta menyekolahkannya, sehingga berhasil memimpin Pendidik  Ruang INS Kayutanam, yang sebelumnya sudah dirintis oleh Sutan Marah. (AA.  Navis: 1996:4). Sutan Marah yang menamatkan pendidikan Kweekschool, yang oleh rakyat  dinamakan sekolah raja 2 yang didirikan di Bukittinggi. Setelah menamatkan pendidikan tahun 1890, beliau langsung menjadi guru pada sekolah rendah di Padang Sumatera Barat, dan kemudian menikah dengan gadis buta huruf dari Bengkulu...

KH. R. Zainuddin Fananie

KH.R. Z.Fananie: Biografi Singkat KH. R. Zainuddin Fananie lahir di Gontor Ponorogo Jawa Timur pada tanggal 23 Desember 1905. Putera keenam Kiyai Santoso Anom Besari. Silsilah KH. R. Zainuddin Fananie terhubung dengan Kiyai Tegalsari, Khalifah Hasan Besari. Kiyai Khalifah Tegalsari mengambil menantu Kiyai R.M. Sulaiman Djamaluddin, keturunan ke-IV Keraton Cirebon. Kiyai R.M. Sulaiman Djamaluddin mempunyai putera Kiyai Archam Anom Besari. Kiyai Archam Anom Basari mempunyai putera Kiyai R. Santosa Anom Besari yang bertempat tinggal di Ponorogo, Gontor, Jawa Timur. Istri Kiyai R. Santosa Anom Besari, Bu Nyai Santosa Anom Besari, merupakan keturunan Kanjeng Bupati Surodiningrat. [1] Pasangan inilah yang melahirkan KH. R. Zainuddin Fananie.