Skip to main content

Sospol In Action 2014


Sebagai bentuk kepedulian terhadap Indonesia, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (BEM FMIPA UNJ) mengadakan acara yang diberi nama “Sospol In Action 2014”. Acara ini merupakan acara rutinitas setiap tahunnya yang bertujuan untuk membangkitkan semangat pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam mengembalikan semangat Nasionalisme Indonesia melalui lomba esai, lomba fotografi, lomba komik , kampung pemuda dan diskusi publik kepemudaan.. Acara ini mengangkat tema besar Aku untuk IndonesiAku : Pendidik Muda untuk IndoneSIA”. Tema besar ini terkandung makna yang begitu besar untuk para pemuda agar dapat menjalankan perannya sebagai “agent of change” bagi bangsanya.

Salah satu rangkaian acara dari “Sospol In action 2014” adalah lomba esai. Lomba esai dalam “Sospol In Action 2014”merupakan perlombaan penulisan ilmiah untuk pelajar dan mahasiswa se-Indonesia yang mengangkat tema “Pendidikan” dengan lima subtema yaitu Pendidikan Bukan Hanya Guru, Kaderisasi Pendidik, Pendidik Bermoral, Pendidik Untuk Daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar). Bagi kamu  Pemuda Indonesia yang ingin mengembalikan semangat Nasionalisme Indonesia melalui bidang penulisan, lomba ini menjadi ajang yang tepat. Dua puluh tulisan terbaik akan disusun menjadi sebuah Buku Inspiratif dengan judul “Aku Untuk Indonesiaku”. Dengan hadirnya buku ini, harapannya dapat merangsang semangat pemuda Indonesia untuk dapat berkontribusi aktif serta menginspirasi banyak orang untuk melakukan sebuah perubahan yang lebih baik untuk bangsa ini.

Adapun lomba yang lain yang dapat diikuti adalah Lomba Fotografi. Perlombaan Fotografi dapat diikuti oleh siswa maupun Mahasiswa seluruh Indonesia dengan tema "Pendidik Impian Indonesia".Dari banyak foto yang kirimkan, sebelas foto terbaik akan menjadi bagian dari buku "Aku Untuk Indonesiaku".

Lomba Komik dalam acara “Sospol In Action 2014” merupakan perlombaan pembuatan poster digital maupun manual dari pelajar dan mahasiswa se-Indonesia yang bertemakan ”Pendidik untuk Indonesia”. Dari banyak poster yang diterima, akan dipilih 11 komik terbaik yang akan disusun dan digabungkan dua puluh esai terbaik dan foto sebelas foto terbaik menjadi satu buah Buku Inspiratif dengan judul “Aku untuk IndonesiAku”. Buku ini nantinya akan didistribusikan secara gratis ke berbagai Organisasi Kepemudaan yang tersebar di wilayah Indonesia.

Semua perlombaan yang ada tidak dipungut biaya atau GRATIS. Untuk para pemuda yang memiliki inspirasi-inspirasi untuk berkarya, silahkan daftar untuk menjadi bagian pencetus sejarah dalam perkembangan Pendidikan di Indonesia.

Kampung pemuda merupakan kegiatan yang berupa stand-stand pameran mengenai kepemudaan dan kebudayaan Indonesia. Di kampung pemuda juga akan dipamerkan karya-karya pemuda dalam lomba esai dan poster.

Rangkaian acara yang terakhir dalam “Sospol In Action 2014” adalah diskusi publik. Diskusi publik kepemudaan merupakan kegiatan refleksi terkait peran pemuda sebagai pilar kebangkitan suatu bangsa. Kegiatan ini mengundang pemuda-pemudi yang sukses dalam membangun Indonesia sesuai dengan bidang keahliannya serta yang menginspirasi pemuda lainnya sebagai narasumber dalam diskusi publik. Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan grand launching buku yang berisi sekumpulan karya anak bangsa dengan judul ”Aku untuk Indonesiaku”.

Untuk kamu yang mengaku sebagai pemuda, Indonesia menunggu kontribusi kamu untuk suatu perubahan. Dan salah satunya dengan mengikuti acara “Sospol In Action 2014”. Dengan karyamu, kamu akan menginspirasi banyak orang untuk berkontribusi. Buktikan dengan karyamu….! Berani berkontribusi..!! !Aku untuk Indonesiaku.

Contact Person : 083807182013 (wahyu) & 083819475241 (Dini)
Email        :
 sopolinaction@mail.com
Facebook : Sospol in Action
Twitter     : @siactionID

Comments

Popular posts from this blog

Panduan Penulisan Esai

Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan sekadar makalah ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan ini sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang. Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang punya gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.   Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx. Bukan dalam bentuk Adobe PDF. Cara Penamaan file: Nama_Kampus/Sekolah_Subtema_Judul tulisan (contoh : Dedy_UNJ_Pendidikan yang Memanusiakan_Memanusiakan Manusia Melalui Pendidikan)  Format Dokumen Naskah Esai: Ukuran Kertas: A4 Margin Atas: 3 cm Margin Bawah: 3 cm  Margin Kiri: 4 cm Margin Kanan: 3 cm Spasi ...

Ikan Kaleng (Cerpen Pendidikan)

oleh Eko Triono ( Kompas , 15 Mei 2011) /1/ SAM  tiga hari di Jayapura; dia guru ikatan dinas dari Jawa. Dan, tak mengira, saat pembukaan penerimaan siswa baru buat SD Batu Tua 1 yang terletak sejurus aspal hitam dengan taksi (sebenarnya minibus), ada yang menggelikan sekaligus, mungkin, menyadarkannya diam-diam. Ia tersenyum mengingat ini. Ketika seorang lelaki bertubuh besar, dengan tubuh legam dan rambut bergelung seperti ujung-ujung pakis lembut teratur menenteng dua anak lelakinya, sambil bertanya, “Ko pu ilmu buat ajar torang (kami) pu anak pandai melaut? Torang trada pu waktu. Ini anak lagi semua nakal. Sa pusing.”

Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Di Daerah Terpencil

oleh : Partin Nurdiani Pendidikan merupakan wadah penting yang menjadi titik krusial pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik kita di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana dan prasarana dan kualitas pengajarnya yang pas-pasan menjadi salah satu faktor penyebab pendidikan di daerah terpencil terkesan tertinggal. Sehingga kemajuan pendidikan di Indonesia hanya terpusat di daerah perkotaan sedangkan di daerah terpencil kurang diperhatikan. Tak jarang kurangnya perhatian pemerintah itu mengesankan bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia belum benar-benar adil seperti apa yang tercantum dalam UUD 1945.