
Pendidikan telah
terputus dari sejarahnya. Tongkat estafet para tokoh pendidikan yang membangun
Indonesia. Telah dihilangkan,
dicampakkan dan dibiarkan, karyanya menjadi
asing bagi masyarakatnya sendiri. Tidak
terhitung lagi berapa banyak literatur – Literatur klasik Indonesia yang disita
dan dibakar pada zaman Penjajahan Inggris dan Belanda. Tidak jarang Belanda
lebih banyak memilki dokumen – dokumen penting Indonesia dibandingkan Indonesia
sendiri.
Salah satunya adalah buku “Pedoman Pendidikan Modern
Kayra K.K Zainuddin Fananie yang diterbitkan tahun 1934. Buku karya beliau
banyak tercecer dan tidak diketahui keberadaanya.beku Pedoman Pendidikan Modern
Sendiri ditemukan kembali oleh cucu beliau Drs Husnan Bey Fananie di salah satu
Universiteit leiden.
Buku ini Ditulis Oleh K.H Zainuddin Fananie sebelum
mendikirin Ponpes Modern Gontor yang didirikan pada tahun 1936. Buku ini adalah
kerangka konseptual dari program modernisasi Pendidikan di gontor.
Sangat disayangkan jika
hari ini kaum muda, para pendidik dan masyarakat umum tidak lagi mengenal
perjuangan para pahlawan pendidikan. Apa yang mereka perjuangkan? Dengan cara
apa ? apa karya mereka melalui pendidikan ? padahal melalui pendidikanlah
dapat terciptanya generasi indonesia yang Berkarakter dan Merdeka. Sudah
saatnya kini kita kembali mengkaji literasi –literasi pendidikan yang mereka
tinggalkan untuk kita dapatkan manfaatnya dan meneruskan apa yang mereka
bangun. Meneruskan apa yang mereka perjuangkan. Menuju Indonesia yang lebih
baik.
Comments
Post a Comment