Skip to main content

PERSYARATAN PERLOMBAAN KOMIK SIA 2014

Tema: “Pendidik Untuk Indonesia”
Persyaratan Perlombaan
  1. Perlombaan ini tidak di pungut biaya.
  2.   Peserta merupakan Mahasiswa Diploma & S1, Siswa SMA/se-derajat
  3.  Lomba diikuti secara perorangan.
  4.  Bersedia menyepakati dan mengikuti seluruh ketentuan lomba.
  5. Pembuatan komik dapat dilakukan pada media digital atau manual dengan gaya bebas.
  6.  Komik harus terdapat  Logo Sospol in Action (logo dapat di unduh di blog)
  7. Komik yang dibuat original hasil karya sendiri dan belum pernah dilombakan dalam kegiatan lomba sejenis.
  8. Komik menunjukan intensitas yang tinggi terhadap problematika yang dibahas dengan bahasa yang komunikatif. Komik tidak berbau SARA dan pornografi.
  9. Pewarnaan komik bebas disesuaikan oleh peserta (hitam-putih atau berwarna).
  10. Komik dibuat dengan jumlah maksimal 2 halaman A4.
  11. Peserta mengirimkan karyanya dalam bentuk softcopy (file/scan) dengan format *JPG dan hardcopy pada kertas A4 (tidak bolak-balik).
  12. Hasil karya dibuat dengan posisi horizontal/vertical menggunakan garis tepi 2 cm.
  13. Satu peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya. Namun hanya 1 karya yang berhak masuk kedalam 11 komik terbaik.
  14. Setiap karya yang diikutsertakan dalam lomba akan menjadi hak milik Panitia Sospol in Action 2014
  15. Peserta wajib menyertakan pindaian (scan) Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)/Kartu Pelajar yang masih berlaku, dimuat di Lembar Biodata.
  16. Batas akhir pengumpulan Karya adalah 15 Oktober 2014 pukul 23:59 WIB.
  17. Untuk konfirmasi keikutsertaan lomba peserta wajib memfollow twitter : @siactionID ,  serta like fan page Sospol In Action dengan alamat  facebook : https://www.facebook.com/sospolinaction
  18.  Karya dikirimkan ke alamat e-mail sospolinaction@mail.com dengan subjek dan nama file sebagai berikut : (LDP_ Nama_Kampus/Sekolah_Subtema_Judul Komik). Peserta turut melampirkan biodata diri dalam bentuk MS word dengan format file doc atau docx :
    1.   Lembar Lampiran Biodata Memuat:
      1.  Judul
      2.  Nama Penulis
      3. Tempat & Tanggal Lahir
      4. Nama Perguruan Tinggi/Sekolah
      5. Nama Fakultas & Jurusan (jika SMA tidak perlu diisi)
      6.  Domisili
      7.  Alamat Email
      8. Telepon/Ponsel
      9. Pindaian (scan) kartu tanda mahasiswa (KTM)/ Kartu Pelajar yang masih berlaku.
  19. Subtema perlombaan komik adalah :
  • Pendidik Tidak Harus Guru
  • Kaderisasi Pendidik
  • Pendidik Bermoral
  • Pendidik Mengajar di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)

Sistem Penjurian
Tahap penilaian terdiri dari:
  1. Seleksi administratif oleh Panitia. Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggat pengumpulan.
  2. Seleksi 11 Komik Terbaik oleh Voter . 11 komik terbaik akan ditentukan dengan voting online dan offline yang di akumulasikan.
    1. Voting online akan dilaksanakan pada tanggal  16 – 19 oktober 2014 dengan dengan format penilaian jumlah like,  tweet , dan pembaca terbanyak.
    2. Voting Offline (20 – 24 Oktober 2014 ) akan dilaksanakan bersamaan dengan acara Kampung Pemuda di Kampus B UNJ .
  3. Komik dengan suara terbanyak akan menjadi isi dari buku “Aku untuk IndoneSIAku”.
  4. Keputusan Dewan Juri dan Pihak Panitia tidak dapat diganggu gugat.

Pemenang dan Hadiah


Hadiah 11 komik terbaik akan mendapatkan
  • 1 buah Buku “Aku untuk IndoneSIAku”
  • Komik terbaik akan menjadi isi buku “Aku untuk IndoneSIAku”
  • Sertifikat Pemenang
  • Bingkisan dari Sponsor*
* dari pihak sponsor

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengembalikan Karakter Indonesia Yang Sesungguhnya Dengan Kembali Menyalakan Semangat Seni Dan Budaya Yang Kini Mulai Padam

Oleh :  Fadjar Mulya Remaja merupakan generasi penerus bangsa, merekalah pemegang estafet kepemimpinan, mereka pulalah yang nanti menentukan masa depan negera Indonesia, mau bergerak kearah yang lebih baik atau mau tetap seperti saat ini, atau bahkan membuat negeri ini kearah yang lebih buruk, di tangan mereka kelak semua rakyat berharap suatu perubahan. Jumlah remaja di Indonesia adalah sekitar 26,7 % dari total penduduk Indonesia atau sekitar 63,4 juta jiwa (Vivanews 2012), jumlah yang cukup besar, dari 63,4 juta jiwa tadi sekitar 58 juta adalah Pelajar (Antaranews 2012) dan sekitar 4,8 juta adalah mahasiswa (Kompas 2011). Jumlah pelajar Indonesia ini hampir menyamai jumlah penduduk Inggris raya, artinya kita mempunyai potensi sumber daya manusia yang sangat besar, jika kita benar-benar mendidik remaja yang jumlahnya hampir menyamai jumlah penduduk Inggris raya tadi, tentu kelak Indonesia merupakan Negara yang disegani dunia, belum lagi kekayaan alam yang amat banyak, keane...

Panduan Penulisan Esai

Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan sekadar makalah ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan ini sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang. Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang punya gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.   Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx. Bukan dalam bentuk Adobe PDF. Cara Penamaan file: Nama_Kampus/Sekolah_Subtema_Judul tulisan (contoh : Dedy_UNJ_Pendidikan yang Memanusiakan_Memanusiakan Manusia Melalui Pendidikan)  Format Dokumen Naskah Esai: Ukuran Kertas: A4 Margin Atas: 3 cm Margin Bawah: 3 cm  Margin Kiri: 4 cm Margin Kanan: 3 cm Spasi ...

Dilema Masyarakat Sedulur Sikep: Pendidikan Yang Membuka Lembaran Trauma Sejarah

ditulis Oleh : Weni Mardi Pendidikan adalah tonggak utama kemajuan sebuah negara, karena itu tidak heran jika di Indonesia ada undang- undang nomor 20 ayat 1 sampai 4 tahun 2003 yang mengatur tentang sistem pendidikan nasional. Dan berdasarkan undang- undang 20 (1) tahun 2003 tertera bahwa setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. Akan tetapi undang- undang tersebut tidak sepenuhnya bisa diberlakukan karena   beberapa hal seperti biaya pendidikan yang mahal, kurangnya jumlah guru yang berkompeten, fasilitas yang tidak memadai dan penolakan dari sejumlah komunitas adat di daerah terpencil yang belum merasakan pentingnya pendidikan formal. Salah satu dari komunitas adat yang menolak memberikan pendidikan formal bagi anak- anak mereka adalah komunitas sedulur sikep (juga dikenal sebagai kaum samin oleh masyarakat luas).