Skip to main content

Pengumuman Karya yang Berhak Dibukukan

20 ESAI Terbaik adalah yang tercetak tebal

Pendidikan dan karakter bangsa:

  1. Jati Diri Bangsa Bermula dari Pendidikan. 
  2. Pendidikan untuk Mereka uang Tersisihkan. 
  3. Keprofesionalan Pendidikan Karakter Siswa (Guru), Jangan Diukur dari Embel-embel Sertifikasi. 
  4.  Pendidikan Karakter dan Kemajuan Bangsa. 
  5.  Pendidikan Humanis dan Problematika Kemanusiaan. 
  6. Pemuda Masa Depan. 
  7. Pendidikan Kita Tidak Dikotori oleh Orang Lain, Namun Oleh Pendidiknya. 
  8. Pendidikan Karakter, Perlukah? 
  9. Merindukan Sistem Pendidikan Terintegrasi Demi Terwujudnya Generasi Berkarakter.
  10. Aku dan Dunia-Contek Menyontek. 
  11. Sekolah Berbasis Kearifan Lokal, Peretas Pendidikan yang Membebaskan. 
  12. Revolusi Optimisme. 
  13. Menggugat Civitas Academica Kampus untuk Mempertahankan Karakter Bangsa.

Melalui Sains kita bangun pendidikan Indonesia
  1. Alam Mendidik Karakter & Kreatifitas
  2. Melalui Sains Kita BAngun Pendidikan Indonesia

Pendidikan dan Lingkungan Hidup

  1. Eco-Green Hero Permainan Edukatif Bertemakan Lingkungan untuk Siswa SD
  2. Mengurangi Kegunaan Sepeda Motor di lingkungan kampus untukmenciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus mengurangi polusi udara
  3. Pengaruh Pendidikan lingkungan terhadap minimalisasi kebiasaan buang sampah sembarangan di dusun wini, Humusuc Nuusa Tenggara Timur

Pendidikan, Seni, dan Budaya

  1. Pengetasan kemiskinan melalaui wisata kemiskinan berbasis pemberdayaan & pengembangan kelompok & kepemudaan "sebuah upaya dualis penghilangan kebudayaan kemiskinan di Indonesia"
  2. Mengakar Budaya dan seni dalam pendidikan di Indonesia
  3. Mengembalikan karakter Indonesia yang sesungguhnya dengan kembali semangat seni & budaya yang mulai padam
  4. Wajib Angklung
  5. Harapanku Pada Indonesia Dalam Bidang Pendidikan Seni Tradisional Untuk Meningkatakan Peran Pemuda Sebagai Pelaku Utama Kembangnya Seni Tradisional Degan Menggunakan Metode s2lr K-Pop
Selamat untuk Para Pembuat Karya Terpilih

Pihak Panitia Akan  Menghubungi anda Via Email tanggal 4 November 2012

Comments

  1. ia bener, kapan ya ? jam brapa kira-kira ?

    ReplyDelete
  2. sabar brow, panitianya mungkin masih sibuk. yang penting kan sudah menjadi yang terbaik.heheh..

    ReplyDelete
  3. ok ! kita tunggu saja,, salam kenal... Irwin Septian Universitas Tanjungpura Pontianak

    ReplyDelete
  4. udah tangal 5. kuk emailnya belum di kirim.?

    ReplyDelete
  5. saya juga belum dapat email juga sampai kapan ya masalah ini selesai.......

    ReplyDelete
  6. ini sudah tangal 09.. knapa email saya belum masuk..

    ReplyDelete
  7. sudah tanggal 13 nov, kenapa emailnya belum juga saya terima...

    ReplyDelete
  8. sudah tanggal 14 atau berarti 10 terlewat dari yang sudah tertulis.

    saya sudah mencoba untuk menghubungi panitia lwat fb, twitter, blog sia, saya hanya inggin menanyakan hak saya? adakah sedikit jawaban dari anda.?..
    jika huruf tebal pada karya saya (100% indonesia) adalah sebuah kesalahan dari panitia..
    saya terima.. :-)
    tapi sekalilagi tolong....
    berikan sedikit jawaban anda untuk saya.? trimaksih..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mengembalikan Karakter Indonesia Yang Sesungguhnya Dengan Kembali Menyalakan Semangat Seni Dan Budaya Yang Kini Mulai Padam

Oleh :  Fadjar Mulya Remaja merupakan generasi penerus bangsa, merekalah pemegang estafet kepemimpinan, mereka pulalah yang nanti menentukan masa depan negera Indonesia, mau bergerak kearah yang lebih baik atau mau tetap seperti saat ini, atau bahkan membuat negeri ini kearah yang lebih buruk, di tangan mereka kelak semua rakyat berharap suatu perubahan. Jumlah remaja di Indonesia adalah sekitar 26,7 % dari total penduduk Indonesia atau sekitar 63,4 juta jiwa (Vivanews 2012), jumlah yang cukup besar, dari 63,4 juta jiwa tadi sekitar 58 juta adalah Pelajar (Antaranews 2012) dan sekitar 4,8 juta adalah mahasiswa (Kompas 2011). Jumlah pelajar Indonesia ini hampir menyamai jumlah penduduk Inggris raya, artinya kita mempunyai potensi sumber daya manusia yang sangat besar, jika kita benar-benar mendidik remaja yang jumlahnya hampir menyamai jumlah penduduk Inggris raya tadi, tentu kelak Indonesia merupakan Negara yang disegani dunia, belum lagi kekayaan alam yang amat banyak, keane...

Panduan Penulisan Esai

Esai adalah karya yang bersudut pandang personal subyektif si penulis, bukan sekadar makalah ilmiah yang penuh dengan catatan kaki dan taburan kutipan teori. Esai berisi pemikiran yang dipadu dengan pengalaman, observasi lapangan, anekdot, dan pergulatan batin si penulis tentang subyek yang ditulisnya. Jenis tulisan ini sangat tepat untuk menggambarkan gagasan seseorang. Indonesia akan sangat membutuhkan banyak pemimpin dan pemikir muda masa depan yang punya gagasan orisinil untuk kemajuan negeri ini. Seorang pemimpin harus mampu menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan.   Naskah ditulis menggunakan MS Word, disimpan menjadi file *.doc atau *.docx. Bukan dalam bentuk Adobe PDF. Cara Penamaan file: Nama_Kampus/Sekolah_Subtema_Judul tulisan (contoh : Dedy_UNJ_Pendidikan yang Memanusiakan_Memanusiakan Manusia Melalui Pendidikan)  Format Dokumen Naskah Esai: Ukuran Kertas: A4 Margin Atas: 3 cm Margin Bawah: 3 cm  Margin Kiri: 4 cm Margin Kanan: 3 cm Spasi ...

Dilema Masyarakat Sedulur Sikep: Pendidikan Yang Membuka Lembaran Trauma Sejarah

ditulis Oleh : Weni Mardi Pendidikan adalah tonggak utama kemajuan sebuah negara, karena itu tidak heran jika di Indonesia ada undang- undang nomor 20 ayat 1 sampai 4 tahun 2003 yang mengatur tentang sistem pendidikan nasional. Dan berdasarkan undang- undang 20 (1) tahun 2003 tertera bahwa setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. Akan tetapi undang- undang tersebut tidak sepenuhnya bisa diberlakukan karena   beberapa hal seperti biaya pendidikan yang mahal, kurangnya jumlah guru yang berkompeten, fasilitas yang tidak memadai dan penolakan dari sejumlah komunitas adat di daerah terpencil yang belum merasakan pentingnya pendidikan formal. Salah satu dari komunitas adat yang menolak memberikan pendidikan formal bagi anak- anak mereka adalah komunitas sedulur sikep (juga dikenal sebagai kaum samin oleh masyarakat luas).